Pages

Subscribe:

Rabu, 03 Oktober 2012

Eye Control Technology

Dalam beberapa tahun belakangan, perkembangan teknologi dengan kendali sentuh sudah berevolusi dengan pesat. Teknologi ini begitu populer dalam bentuk smartphone hingga Apple menggunakan pendekatan sentuh ini untuk membangun ulang pasar tablet dengan iPad. Berkat pertumbuhan subur perangkat ini, teknologi kendali sentuh menjadi raksasa baru yang mengancam teman lama kita yaitu PC.

Dengan semua antarmuka yang dikendalikan gerakan untuk sistem video game dan antarmuka sentuh untuk perangkat mobile, PC dengan keyboard dan mousenya mulai terasa tua. Meskipun keyboard masih merupakan metode tercepat dan termudah untuk menginput data dalam jumlah besar dan untuk menulis, mouse dan touchpad telah tertinggal selangkah saingannya. Bahkan tidak akan aneh bila dalam waktu dekat mouse akan terlupakan dan hanya menjadi pajangan di museum.

Sekarang mari kita kenal lebih dekat eye-controlled technology ini yang dikembangkan oleh Tobii Technologies di Swedia mulai dari,

Bagaimana cara kerjanya…
Teknologi eye-control Tobii bekerja dengan cara mirip dengan Xbox Kinect, tapi dengan skala yang lebih dekat. Pada saat kita duduk di depan laptop, dua buah sensor infrared dalam satu baris yang tersinkronisasi yang berada di bawah layar memindai mata kita. Hal ini dilakukan sebanyak 30 sampai 40 kali per detiknya, memeriksa ukuran dan sudut pupil, kilauan di tiap mata, dan jarak antara kita dengan laptop. Secara bersama, kedua sensor ini membentuk gambar 3D stereoscopic mata kita untuk diperiksa oleh komputer. Berdasarkan sudut dan kilauan mata kita, teknologi Tobii menghitung dengan tepat bagian layar yang sedang kita lihat, bahkan dapat diketahuiapakah kita sedang menutup atau memalingkan mata. Untuk menghemat tenaga, layar digelapkan pada saat kita sedang tidak melihat ke layar.

Apa saja kemampuannya…
Teknologi ini apabila sudah dikalibrasi untuk disesuaikan dengan penggunanya akan dapat digunakan dalam beberapa skenario, yakni :

1.      Membaca
Dari semua kegunaan teknologi kendali mata, yang paling berguna adalah pada saat digunakan untuk membaca. Semua orang memiliki teknik membaca tulisan di layar masing-masing, ada yang senang bila tulisan yang sedang dibacanya ada di bagian atas layar, ada juga yang senang memblok tulisan yang sedang dibacanya. Teknologi Tobii ini mampu menjadikan teknik-teknik di atas tidak relevan lagi. Dengan cara lebih alami daripada membaca buku, tulisan secara otomatis bergerak ke atas, bawah, kiri, dan kanan mengikuti gerakan mata kita. Bahkan bila kita menatap sebuah kata secara lama, maka makna kata tersebut akan tampil.

2.      Memutar media
Sederet gambar dan cover album  mengisi bagian bawah layar. Melirik salah satu dari mereka menyoroti pilihan dan melihat ke atas memainkan musik atau memperbesar gambar sehingga kita bisa mendapatkan tampilan yang lebih baik. Selesai mendengarkan atau melihat? Cukup melihat item lain dalam daftar. Dan ketika Anda melihat tanda panah di sebelah kiri atau kanan untuk beberapa detik, halaman berikutnya akan ditampilkan.

3.      Memperbesar dan menggeser layar
Kontrol mata tidak berarti tidak menggunakan keyboard. Dalam Google Maps, kita dapat menggeser dan memperbesar layar dengan melihat dan menekan / menahan tombol, yang bekerja dengan baik. Sebuah tombol ditugaskan untuk memperbesar dan tombol lain yang ditugaskan untuk menggeser layar. Untuk tampilannya, kita hanya perlu melihat apa yang ingin kita fokus dan menekan tombol zoom. Setelah diperbesar, memegang tombol lain dan melihat ke kiri, kanan, atas, atau bawah memungkinkan kita menggeser gambar yang telah diperbesar. Ada kemungkinan cara lain yang lebih mudah untuk melakukan tugas-tugas yang kompleks seperti ini.

4.      Multitasking
Dengan antarmuka seperti WebOS dan kontrol mata Tobii ini, multitasking antar aplikasi menjadi sealami seperti melihat ke kiri atau kanan layar.

5.      Bermain game
Teknologi ini meningkatkan pengalaman bermain dari beberapa permainan sederhana seperti game shooting dan racing menjadi setingkat lebih menantang.

Ini hanya beberapa dari banyak cara baru dari teknologi ini yang akan membiarkan kita berinteraksi dengan desktop PC atau laptop. Ketika kita mulai berpikir tentang bagaimana teknologi ini bisa berinteraksi dengan pengenalan suara, kemungkinan yang tidak terbatas. Dalam beberapa tahun, teknologi di film Minority Report mungkin akan menjadi kadaluarsa.

Seperti semua teknologi yang baik, kontrol mata Tobii hanya berguna apabila ada pengembang perangkat lunak mengaplikasikannya. Perusahaan ini sedang dalam pembicaraan dengan sejumlah pembuat perangkat keras, perangkat lunak, dan platform untuk bekerja sama menuju implementasi teknologi ini di PC paling cepat dua tahun dari sekarang, tetapi ini akan menjadi jalan sulit di depan. Teknologi ini masih perlu menjadi lebih kecil, dan memakan tenaga dan biaya lebih sedikit. Mari kita berharap agar salah satu pembuat platform mengakui potensi dari kontrol mata ini.

0 komentar:

Posting Komentar